Sekitar 2000 tahun di masa dinasti Han, tepatnya di Qinghai, Tiongkok mie pertama kali ditemukan. Bahkan orang Italia, Tionghoa dan Arab mengklaim bahwa dari sana asal muasal mie berasal. Mi atau juga disebut Mie merupakan adonan tipis yang panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih.
Jenis-jenis mie tergantung dari bahan dan bentuk pengolahannya. Mie dibagi menjadi dua, yaitu mie basah dan mie kering. Untuk bahan dasar mie yang sering digunakan antara lain tepung terigu(gandum), tepung beras, tepung kanji, bahkan tepung kacang.
Mie basah yaitu mie yang dijual dalam keadaan basah, contohnya mie segar yang hanya bertahan 40 jam. Mengapa demikian? Karena mie basah memiliki kandungan 52% air sehingga menyebabkan mie mudah rusak. Teknik membuatnya sendiri dilakukan dengan cara merebus lalu dicetak kemudian didinginkan, dikemas dan langsung dipasarkan.
Mie kering adalah mie yang langsung dipasarkan dalam keadaan kering yan memiliki kadar air yang sangat rendah sekitar 13%. Jenis ini biasanya disebut juga dengan mie telur, karna bahan bakunya berasal dari telur dan tepung terigu. Mie jenis ini berwarna kuning dan diolah melalui proses pengeringan menggunakan oven atau dijemur di bawah terik matahari.
Nah, kalau mie instan yang sering kalian makan adalah jenis yang paling praktis dan popular diantara jenis mie lainnya. Cara membuatnya sangat mudah, praktis dan tahan lama. Membuatnya saja tidak sampai 5 menit. Akan tetapi yang perlu kalian ketahui, mie instan ini sebenarnya mie yang sudah matang, karna dibuatnya dengan cara dibentuk lalu dikeringkan.
Sekarang kalian sudah tahu kan sejarah mie. Boleh makan mie tetapi jangan terlalu sering ya, terutama mie instan karna mengandung banyak pengawet. Perlu diimbangi juga dengan makan buah dan sayur.

0 comments:
Post a Comment